Manado – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam, Koding Kecerdasan Artifisial, dan Penguatan Pendidikan Karakter untuk Region Sulawesi Utara. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aryaduta Manado, pada 29 Oktober–2 November 2025, diikuti oleh 100 guru Muhammadiyah dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.
Dari Kota Manado sendiri, terdapat 25 utusan yang mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 12 utusan SD Muhammadiyah, 5 utusan SMP Muhammadiyah, 4 utusan SMA Muhammadiyah, dan 5 utusan SMK Muhammadiyah. Keikutsertaan ini menjadi wujud nyata komitmen Pendidikan Muhammadiyah Manado dalam meningkatkan mutu sumber daya guru.
Dalam sambutan pembukaannya, kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, S.E. Ia memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah inovatif Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah dalam meningkatkan mutu dan kapasitas guru di era digital. Menurutnya, kerja sama yang solid antara Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah menjadi kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah di seluruh daerah.
Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Dr. Ir. M. Bakrun Dahlan, M.M., dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguasaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial bagi para guru Muhammadiyah. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diiringi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman sebagai jati diri pendidikan Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Utara, Drs. Masrur, M.E., dalam sambutannya menyampaikan tiga pandangan penting tentang peran strategis sekolah Muhammadiyah.
Pertama, sekolah sebagai sarana pendidikan, tempat tumbuhnya generasi berilmu, kreatif, dan berdaya saing.
Kedua, sekolah sebagai sarana dakwah, yang menjadi pusat penyemaian nilai-nilai Islam berkemajuan dan pencerahan di tengah masyarakat.
Ketiga, sekolah sebagai sarana kaderisasi, yang melahirkan kader-kader Muhammadiyah berintegritas untuk melanjutkan estafet perjuangan persyarikatan.
Masrur juga menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga pendidikan Muhammadiyah serta kolaborasi dengan pemerintah dan dunia industri agar pendidikan Muhammadiyah selalu adaptif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan 12 fasilitator nasional dari kalangan praktisi pendidikan, kepala sekolah, dan guru berprestasi alumni Training of Trainer (ToT) Pembelajaran Mendalam. Para fasilitator memberikan pendampingan intensif mengenai penerapan deep learning, pengenalan koding berbasis kecerdasan artifisial, dan strategi penguatan karakter berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
Panitia Lokal sekaligus Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Sulawesi Utara, Dr. Ardianto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat jejaring profesional guru Muhammadiyah di Sulawesi Utara. Ia berharap para peserta, khususnya dari Manado, mampu menjadi penggerak inovasi di sekolah masing-masing melalui penerapan pembelajaran digital dan penguatan karakter Islami.
Pendidikan Muhammadiyah Manado sendiri berkomitmen untuk terus bergerak menuju pusat pendidikan unggul dan berkemajuan, sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam membentuk generasi berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Melalui kegiatan ini, semangat pembaruan pendidikan Muhammadiyah terus bergema dari Manado, menandai langkah nyata dalam membangun peradaban pendidikan Islam yang tercerahkan dan berdaya saing global.


