Manado, 12 Oktober 2025 — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara menggelar Pengajian Wilayah pada Ahad (12/10) bertempat di halaman Kampus A Universitas Muhammadiyah (UM) Manado. Kegiatan akbar ini menghadirkan narasumber Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Dalam tausiyahnya, Prof. Abdul Mu’ti atau yang akrab disapa Babe Mu’ti, menyampaikan bahwa perkembangan Muhammadiyah kini telah menembus ranah internasional. Ia menegaskan bahwa di berbagai negara, Muhammadiyah tidak hanya hadir melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM), tetapi juga telah membentuk badan hukum sendiri yang memiliki kedudukan resmi di negara masing-masing.
“Muhammadiyah kini sudah berdiri sebagai badan hukum di beberapa negara. Konsep ini disebut Sister Organization Muhammadiyah, dan saat ini sudah ada tujuh organisasi serupa yang berdiri di luar negeri seperti di Singapura, Malaysia, Kamboja, Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Mauritius,” jelas Sekum pp muhammadiyah.
simak juga Abdul Mu’ti Beberkan Perbedaan PCIM dan Sister Organization Muhammadiyah di Luar Negeri
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hubungan antara organisasi-organisasi tersebut dengan Muhammadiyah di Indonesia bersifat afiliasi ideologis.
“Secara hukum mereka berdiri sendiri, tetapi secara ideologi dan spirit perjuangan, tetap satu dalam ikatan Muhammadiyah,” tegasnya.

Selain pengajian dan tausiyah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan serah terima hibah lahan daerah dari Bupati Bolaang Mongondow Timur kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Lahan seluas kurang lebih tiga hektar tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah, pendidikan, dan pengembangan masyarakat Muhammadiyah di wilayah Bolaang Mongondow Timur.
Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, dihadiri oleh Pimpinan Wilayah, Daerah, Ortom, AUM, serta simpatisan dan warga Muhammadiyah.Pengajian wilayah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat dakwah dan kontribusi Muhammadiyah di Sulawesi Utara, sekaligus memperkokoh ukhuwah.
(ed. failasufa)


